Soekarno Pidato di Depan Rakyat

[postlink] http://videogpn.blogspot.com/2012/07/soekarno-pidato-di-depan-rakyat.html[/postlink] http://www.youtube.com/watch?v=4manHf7iAhgendofvid

[starttext]
Satu plus satu bisa menjadi sebelas. Tambahkan Amerika Serikat pada Ethiopia -- maka hasilnya sudah pasti bukanlah dua negara -- tetapi kekuatan yang dahsyat. Bung Karno melihat Barat sebagai satu kesatuan.

Kesatuan yang memiliki perekat materi yang sangat kuat. Selama ratusan tahun, negara-negara Barat menjarah Timur. Kekayaan mereka adalah hasil rampasan. Bagaimana mengimbangi mereka? Maka, ia memunculkan ide Persatuan Asia dan Afrika. Saat itu, Nehru yang sama-sama visioner pun masih bertanya-tanya, "Apa iya?" Bung Karno mesti mengutus kawan-kawannya yang paling cakep untuk meyakinkan Nehru, "Ya, iya". Setelah Nehru dapat diyakinkannya, maka Tito, Nasser dan Chou En Lai tinggal bergabung saja.

Sayang sekali, kita tidak memahami visi Soekarno. Sedemikian rupanya kita tidak memahami visi beliau, sehingga terciptalah keraguan dalam diri beliau, dalam batin beliau. Dan, hanya 3-4 tahun setelah Konperensi di Bandung, beliau pun barangkali mulai meragukan visinya sendiri. "Barangkali" saya katakan, karena demikianlah "penangkapan" saya dari puluhan literatur yang saya baca tentang kejadian-kejadian antara tahun 1955 hingga 1965.

Sekarang, saatnya kita kembali memahami visi Bung Karno: Persatuan antara Negara-negara Asia dan Afrika. Saatnya juga kita menempatkan Pak Harto pada perspektif sejarah yang benar. Visi beliau tentang ASEAN adalah sebuah "kompromi" atas visi Asia-Afrika Bung Karno. Asia-Afrika dipersatukan oleh Pengalaman Sejarah "Penderitaan" ketika dijajah oleh Negara-negara barat -- inilah visi Bung Karno.

Negara-negara Asia Tenggara dipersatukan oleh "Pembangunan Integral" di wilayah ini dengan memperhatikan sumber alam, sumber daya manusia, juga persamaan kultur dan budaya. Dalam kedua-dua visi tersebut, Peran Indonesia sebagai Motor Penggerak, bahkan sebagai "Bapak Gerakan" diakui oleh seluruh negara dan bangsa yang bergabung. Bung Karno adalah Arek Surabaya. Bahasanya ceplas-ceplos.

Jika tidak suka dengan kebijakan luar negeri Paman Sam, maka ia pun meneriaki dia, "Go to Hell!" Pak Harto adalah Wong Solo, halus. Sudah gondok pun masih bisa senyum. Ya, saya ingin berandai-andai, saya ingin mengatakan bahwa sesungguhnya Pak Harto pun mulai gondok dengan kebijakan luar negeri dan kebijakan ekonomi Paman Sam yang sangat mempengaruhi kebijakan negara-negara lain di barat. Bedanya dengan Bung Karno, beliau sudah telanjur tergantung pada Barat. Bung Karno belum.

Kesadaran akan ketergantungan inilah yang melahirkan dan memperkuat ASEAN dari tahun ke tahun. Mahathir yang dianggap arogan oleh Paman Sam pun menghormati Pak Harto. Pil ini terasa sangat pahit untuk ditelan, Paman Sam tentu tidak menyukainya. Tumbangnya Bung Karno di mana peran Pak Harto masih diperdebatkan seberapa besar atau seberapa kecil -- bagaimana pun juga jelas dengan restu Paman Sam dan sekutunya. Lengsernya Pak Harto juga sama. Sejarah terulangi. Di balik kedua peristiwa tersebut, adalah kepentingan ekonomi yang menjadi pertimbangan. Tidak ada pertimbangan- pertimbangan lain.

Apalagi kepentingan Rakyat Indonesia -- sama sekali tidak. Visi Bung Karno adalah Visi Harga Diri dan Martabat Manusia Indonesia. Persatuan Asia dan Afrika dijadikannya sebuah misi untuk mencapai visi tersebut. Ketergantungan pada Paman Sam atau siapapun jua menjadi penghalang bagi tercapainya misi tersebut -- maka penghalang itu, rintangan itu mesti disingkirkan.

Adalah kesalahan kita jika kita menganggap penyingkiran tersebut adalah terhadap Dunia Barat, terhadap masyarakat Amerika dan Barat. Penghalang atau rintangan itu adalah pola pikir Paman Sam, kebijakan luar negeri serta ekonominya. Dan, pola pikir serta kebijakan itulah yang diserang oleh Bung Karno, dan mulai ditolak oleh Pak Harto. Bung Karno sudah tidak bersama kita. Pak Harto sudah menjadi bagian dari sejarah kita. Sekarang, apa yang mesti kita lakukan? Memahami visi mereka, mempelajari kegagalan-kegagalan mereka dan tidak terjebak dalam romantisme mengagung-agungkan atau menghujat mereka -- atau mengembangkan visi baru. Namun untuk itu, saat ini adalah seorang visioner di antara kita?

Jika ingin melanjutkan visi Bung Karno dan Pak Harto -- maka kita harus memusatkan seluruh energi kita pada kemandirian. Kita mesti melepaskan diri dari ketergantungan. Hal ini sudah tidak mudah. Kita sudah melakukan sekian banyak kesalahan sehingga melepaskan diri dari ketergantungan dapat menimbulkan gejolak sosial, kecuali "seluruh bangsa ini menjadi sadar dan siap untuk berkorban". Pertama: Hentikan Impor Pangan, buah-buahan segar dan kaleng, sayuran dan sebagainya. Kita akan makan ketela, jagung, beras merah, apa saja -- tetapi Tidak Mau makan beras impor, buah-buahan impor dan sebagainya. Kedua: Bisnis Ritel harus dikuasai oleh orang Indonesia, mau keturunan Arab, Cina, India, bule, mau pribumi, non pri -- siapa saja boleh. Asal orang Indonesia. Segera hentikan pemberian izin kepada hypermarket yang berasal dari luar. Biarlah mereka mengembangkan bisnis-bisnis besar lainnya. Untuk bisnis ritel, kita harus kembali pada pola dan pasar tradisional kita yang mesti di upgrade dan diperbaiki. Ketiga: Pembangunan Fisik harus merata di seluruh kepulauan.

Hentikan pembangunan pencakar langit dan gedung-gedung apartemen. Dengan cara itu kita akan memberdayakan perekonomian desa dan mencegah terjadinya urbanisasi secara berlebihan. Keempat: Investasi dari Luar dicarikan lapangan yang masih kosong, dan tidak dapat diolah dengan baik oleh orang-orang kita sendiri. Daripada mencari nasabah untuk kartu kredit dan menciptakan bangsa pengutang, silakan bank-bank asing membiayai industri-rumah dan sektor bisnis serupa lainnya. Bantulah para nelayan kita, para petani kita dengan kredit ringan. Untuk melaksanakan program-program ini, tentunya Pemerintah harus serius.

Para wakil rakyat harus memikirkan rakyat, bukan kantong serta kedudukan mereka. Awalnya barangkali mereka kehilangan popularitas, namun kehilangan popularitas itu jauh lebih baik daripada penilaian oleh generasi mendatang sebagai orang-orang yang tidak becus dan mencelakakan seluruh bangsa dan negara. Kelima: Hubungan Luar Negeri dengan negara-negara Asean, Asia Barat, Amerika Serikat dan siapa saja -- mesti berlandaskan asas kesetaraan. Kita tidak bisa didikte. Kita mesti memiliki keahlian di bidang diplomasi dan negosiasi.

Selamat buat Bung Karno, selamat buat Pak Harto -- dan salam Pancasila untuk kita semua... Namun ucapan selamat dan salam tidak berarti sama sekali jika kita tidak segera bangun, bangkit, dan mulai bekerja. Masih banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan!.
[endtext]

Emas batangan 24 k redy stock

[postlink] http://videogpn.blogspot.com/2012/07/emas-batangan-24-k-redy-stock.html[/postlink] http://www.youtube.com/watch?v=y7Qw1YJaXTcendofvid

[starttext]
Mungkin belum banyak yang tahu kalau ada sebuah perjanjian maha penting yang dibuat Presiden I RI Ir Soekarno dan Presiden ke 35 AS John Fitzgerald Kennedy. Konon penembakan John F Kennedy pada November 1963 yang membuatnya tewas secara tragis lantaran menandatangani perjanjian tersebut.

Konon pula penggulingan Ir Soekarno dari kursi kepresidenan wajib dilakukan jaringan intelijen AS disponsori komplotan Jahudi (Zionis Internasional) yang tidak mau AS bangkrut dan hancur karena mesti mematuhi perjanjian tersebut juga tidak rela melihat RI justru menjadi kuat secara ekonomi di samping modal sumber daya alamnya yang semakin menunjang kekuatan ekonomi RI. selain itu ada beberapa tujuan lain yang harus dilaksanakan sesuai agenda Zionis Internasional. Berikut ini saya coba tulis hasil penelusuran pada tahun 1994 s/d 1998, berlanjut tahun 2006 s/d 2010, ditambah informasi dari beberapa sumber. Tapi mohon diingat, anggap saja tulisan ini hanya penambah wawasan belaka.

Perjanjian itu biasa disebut sebagai salah satu ’Dana Revolusi’, atau ’Harta Amanah Bangsa Indonesia’, atau pun ’Dana Abadi Ummat Manusia’. Sejak jaman Presiden Soeharto hingga Presiden Megawati cukup getol menelisik keberadaannya dalam upaya mencairkannya.

Perjanjian The Green Hilton Memorial Agreement Geneva dibuat dan ditandatangani pada 21 November 1963 di hotel Hilton Geneva oleh Presiden AS John F Kennedy (beberapa hari sebelum dia terbunuh) dan Presiden RI Ir Soekarno dengan saksi tokoh negara Swiss William Vouker. Perjanjian ini menyusul MoU diantara RI dan AS tiga tahun sebelumnya. Point penting perjanjian itu; Pemerintahan AS (selaku pihak I) mengakui 50 persen keberadaan emas murni batangan milik RI, yaitu sebanyak 57.150 ton dalam kemasan 17 paket emas dan pemerintah RI (selaku pihak II) menerima batangan emas itu dalam bentuk biaya sewa penggunaan kolateral dolar yang diperuntukkan pembangunan keuangan AS.

Dalam point penting lain pada dokumen perjanjian itu, tercantum klausul yang memuat perincian ; atas penggunaan kolateral tersebut pemerintah AS harus membayar fee 2,5 persen setiap tahunnya sebagai biaya sewa kepada Indonesia, mulai berlaku jatuh tempo sejak 21 November 1965 (dua tahun setelah perjanjian). Account khusus akan dibuat untuk menampung asset pencairan fee tersebut. Maksudnya, walau point dalam perjanjian tersebut tanpa mencantumkan klausul pengembalian harta, namun ada butir pengakuan status koloteral tersebut yang bersifat sewa (leasing). Biaya yang ditetapkan dalam dalam perjanjian itu sebesar 2,5 persen setiap tahun bagi siapa atau bagi negara mana saja yang menggunakannya.

Biaya pembayaran sewa kolateral yang 2,5 persen ini dibayarkan pada sebuah account khusus atas nama The Heritage Foundation (The HEF) yang pencairannya hanya boleh dilakukan oleh Bung Karno sendiri atas restu Sri Paus Vatikan. Sedang pelaksanaan operasionalnya dilakukan Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS). Kesepakatan ini berlaku dalam dua tahun ke depan sejak ditandatanganinya perjanjian tersebut, yakni pada 21 November 1965.

Namun pihak-pihak yang menolak kebijakan John F. Kennedy menandatangani perjanjian itu, khususnya segelintir kelompok Zionis Internasional yang sangat berpengaruh di AS bertekat untuk menghabisi nyawa dan minimal karir politik kedua kepala negara penandatangan perjanjian itu sebelum masuk jatuh tempo pada 21 November 2965 dengan tujuan menguasai account The HEF tersebut yang berarti menguasai keuangan dunia perbankan.

Target sasaran pertama, ’menyelesaikan’ pihak I selaku pembayar, yakni membuat konspirasi super canggih dengan ending menembak mati Presiden AS JF Kennedy itu dan berhasil. Sudah mati satu orang penandatangan perjanjian, masih seorang lagi sebagai target ke II, yakni Ir Soekarno. Kaki tangan kelompok Zionis Internasional yang sejak awal menentang kesepakatan perjanjian itu meloby dan menghasut CIA dan Deplu AS untuk menginfiltrasi TNI-AD yang akhirnya berpuncak pada peristiwa G30S disusul ’penahanan’ Soekarno’ oleh rezim Soeharto. Apesnya lagi, Soekarno tidak pernah sempat memberikan mandat pencairan fee penggunaan kolateral AS itu kepada siapa pun juga !! Hingga beliau almarhum beneran empat tahun kemudian dalam status tahanan politik.

Sedangkan kalangan dekat Bung Karno maupun pengikutnya dipenjarakan tanpa pengadilan dengan tudingan terlibat G30S oleh rezim Soeharto. Mereka dipaksa untuk mengungkapkan proses perjanian itu dan bagaimana cara mendapatkan harta nenek moyang di luar negeri itu. Namun usaha keji ini tidak pernah berhasil.

Hal Ikhwal Perjanjian

Sepenggal kalimat penting dalam perjanjian tersebut => ”Considering this statement, which was written andsigned in Novemver, 21th 1963 while the new certificate was valid in 1965 all the ownership, then the following total volumes were justobtained.”

Perjanjian hitam di atas putih itu berkepala surat lambing Garuda bertinta emas di bagian atasnya dan berstempel ’The President of The United State of America’ dan ’Switzerland of Suisse’.

Berbagai otoritas moneter maupun kaum Monetarist, menilai perjanjian itu sebagai fondasi kolateral ekonomi perbankan dunia hingga kini. Ada pandangan khusus para ekonom, AS dapat menjadi negara kaya karena dijamin hartanya ’rakyat Indonesia’, yakni 57.150 ton emas murni milik para raja di Nusantara ini. Pandangan ini melahirkan opini kalau negara AS memang berutang banyak pada Indonesia, karena harta itu bukan punya pemerintah AS dan bukan punya negara Indonesia, melainkan harta raja-rajanya bangsa Indonesia.

Bagi bangsa AS sendiri, perjanjian The Green Hilton Agreement merupakan perjanjian paling tolol yang dilakukan pemerintah AS. Karena dalam perjanjian itu AS mengakui asset emas bangsa Indonesia. Sejarah ini berawal ketika 350 tahun Belanda menguasai Jawa dan sebagian besar Indonesia. Ketika itu para raja dan kalangan bangsawan, khususnya yang pro atau ’tunduk’ kepada Belanda lebih suka menyimpan harta kekayaannya dalam bentuk batangan emas di bank sentral milik kerajaan Belanda di Hindia Belanda, The Javache Bank (cikal bakal Bank Indonesia). Namun secara diam-diam para bankir The Javasche Bank (atas instruksi pemerintahnya) memboyong seluruh batangan emas milik para nasabahnya (para raja-raja dan bangsawan Nusantara) ke negerinya di Netherlands sana dengan dalih keamanannya akan lebih terjaga kalau disimpan di pusat kerajaan Belanda saat para nasabah mempertanyakan hal itu setelah belakangan hari ketahuan.

Waktu terus berjalan, lalu meletuslah Perang Dunia II di front Eropa, dimana kala itu wilayah kerajaan Belanda dicaplok pasukan Nazi Jerman. Militer Hitler dan pasukan SS Nazi-nya memboyong seluruh harta kekayaan Belanda ke Jerman. Sialnya, semua harta simpanan para raja di Nusantara yang tersimpan di bank sentral Belanda ikut digondol ke Jerman.

Perang Dunia II front Eropa berakhir dengan kekalahan Jerman di tangan pasukan Sekutu yang dipimpin AS. Oleh pasukan AS segenap harta jarahan SS Nazi pimpinan Adolf Hitler diangkut semua ke daratan AS, tanpa terkecuali harta milik raja-raja dan bangsawan di Nusantara yang sebelumnya disimpan pada bank sentral Belanda. Maka dengan modal harta tersebut, Amerika kembali membangun The Federal Reserve Bank (FED) yang hampir bangkrut karena dampak Perang Dunia II, oleh ’pemerintahnya’ The FED ditargetkan menjadi ujung tombak sistem kapitalisme AS dalam menguasai ekonomi dunia.

Belakangan kabar ’penjarahan’ emas batangan oleh pasukan AS untuk modal membangun kembali ekonomi AS yang sempat terpuruk pada Perang Dunia II itu didengar pula oleh Ir Soekarno selaku Presiden I RI yang langsung meresponnya lewat jalur rahasia diplomatic untuk memperoleh kembali harta karun itu dengan mengutus Dr Subandrio, Chaerul saleh dan Yusuf Muda Dalam walaupun peluang mendapatkan kembali hak sebagai pemilik harta tersebut sangat kecil. Pihak AS dan beberapa negara Sekutu saat itu selalu berdalih kalau Perang Dunia masuk dalam kategori Force Majeur yang artinya tidak ada kewajiban pengembalian harta tersebut oleh pihak pemenang perang.

Namun dengan kekuatan diplomasi Bung Karno akhirnya berhasil meyakinkan para petinggi AS dan Eropa kalau asset harta kekayaan yang diakuisisi Sekutu berasal dari Indonesia dan milik Rakyat Indonesia. Bung Karno menyodorkan fakta-fakta yang memastikan para ahli waris dari nasabah The Javache Bank selaku pemilik harta tersebut masih hidup !!

Nah, salah satu klausul dalam perjanjian The Green Hilton Agreement tersebut adalah membagi separoh separoh (50% & 50%) antara RI dan AS-Sekutu dengan ’bonus belakangan’ satelit Palapa dibagi gratis oleh AS kepada RI. Artinya, 50 persen (52.150 ton emas murni) dijadikan kolateral untuk membangun ekonomi AS dan beberapa negara eropa yang baru luluh lantak dihajar Nazi Jerman, sedang 50 persen lagi dijadikan sebagai kolateral yang membolehkan bagi siapapun dan negara manapun untuk menggunakan harta tersebut dengan sistem sewa (leasing) selama 41 tahun dengan biaya sewa per tahun sebesar 2,5 persen yang harus dibayarkan kepada RI melalui Ir.Soekarno. Kenapa hanya 2,5 persen ? Karena Bun Karno ingin menerapkan aturan zakat dalam Islam.

Pembayaran biaya sewa yang 2,5 persen itu harus dibayarkan pada sebuah account khusus a/n The Heritage Foundation (The HEF) dengan instrumentnya adalah lembaga-lembaga otoritas keuangan dunia (IMF, World Bank, The FED dan The Bank International of Sattlement/BIS). Kalau dihitung sejak 21 November 1965, maka jatuh tempo pembayaran biaya sewa yang harus dibayarkan kepada RI pada 21 November 2006. Berapa besarnya ? 102,5 persen dari nilai pokok yang banyaknya 57.150 ton emas murni + 1.428,75 ton emas murni = 58.578,75 ton emas murni yang harus dibayarkan para pengguna dana kolateral milik bangsa Indonesia ini.

Padahal, terhitung pada 21 November 2010, dana yang tertampung dalam The Heritage Foundation (The HEF) sudah tidak terhitung nilainya. Jika biaya sewa 2.5 per tahun ditetapkan dari total jumlah batangan emasnya 57.150 ton, maka selama 45 tahun X 2,5 persen = 112,5 persen atau lebih dari nilai pokok yang 57.150 ton emas itu, yaitu 64.293,75 ton emas murni yang harus dibayarkan pemerintah AS kepada RI. Jika harga 1 troy once emas (31,105 gram emas ) saat ini sekitar 1.500 dolar AS, berapa nilai sewa kolateral emas sebanyak itu ?? Hitung sendiri aja !!

Mengenai keberadaan account The HEF, tidak ada lembaga otoritas keuangan dunia manapun yang dapat mengakses rekening khusus ini, termasuk lembaga pajak. Karena keberadaannya yang sangat rahasia. Makanya, selain negara-negara di Eropa maupun AS yang memanfaatkan rekening The HEF ini, banyak taipan kelas dunia maupun ’penjahat ekonomi’ kelas paus dan hiu yang menitipkan kekayaannya pada rekening khusus ini agar terhindar dari pajak. Tercatat orang-orang seperti George Soros, Bill Gate, Donald Trump, Adnan Kasogi, Raja Yordania, Putra Mahkota Saudi Arabia, bangsawan Turko dan Maroko adalah termasuk orang-orang yang menitipkan kekayaannya pada rekening khusus tersebut.

George Soros dengan dibantu ole CIA berusaha untuk membobol account khusus tersebut. Bahkan, masih menurut sumber yang bisa dipercaya, pada akhir 2008 lalu, George Soros pernah mensponsori sepasukan kecil yang terdiri dari CIA dan MOSSAD mengadakan investigasi rahasia dengan berkeliling di pulau Jawa demi untuk mendapatkan user account dan PIN The HEF tersebut.

Selain itu, George Soros dibantu dinas rahasia CIA pernah berusaha membobol account khusus tersebut, namun gagal. Bahkan akhir 2008 lalu, George Soros pernah mensponsori sepasukan kecil agen CIA dan MOSSAD (agen rahasia Israel) mengadakan investigasi rahasia dengan berkeliling di pulau Jawa demi untuk mendapatkan user account dan PIN The HEF tersebut termasuk untuk mencari tahu siapa yang diberi mandat Ir Soekarno terhadap account khusus itu. Padahal Ir Soekarno atau Bung Karno tidak pernah memberikan mandat kepada siapa pun. artinya pemilik harta rakyat Indonesia itu tunggal, yakni Bung Karno sendiri. Sampai saat ini !!

Penjahat Perbankan Internasional Manfaatkan Saat Ada Bencana Alam Besar

Sialnya, CUSIP Number (nomor register World Bank) atas kolateral ini bocor. Nah, CUSIP inilah yang kemudian dimanfaatkan kalangan bankir papan atas dunia yang merupakan penjahat kerah putih (white collar crime) untuk menerbitkan surat-surat berharga atas nama orang-orang Indonesia. Pokoknya siapa pun dia, asal orang Indonesia berpassport Indonesia dapat dibuatkan surat berharga dari UBS, HSBC dan bank besar dunia lainnya. Biasanya terdiri dari 12 lembar, diantaranya ada yang berbentuk Proof of Fund, SBLC, Bank Guaranted, dan lainnya. Nilainya pun fantastis, rata-rata di atas 500 juta dolar AS hingga 100 miliyar dolar AS.

Ketika dokumen tersebut dicek, maka kebiasaan kalangan perbankan akan mengecek CUSIP Number. Jika memang berbunyi, maka dokumen tersebut dapat menjalani proses lebih lanjut. Biasanya kalangan perbankan akan memberikan bank officer khusus bagi surat berharga berformat Window Time untuk sekedar berbicara sesama bank officer jika dokumen tersebut akan ditransaksikan. Sesuai prosedur perbankan, dokumen jenis ini hanya bisa dijaminkan atau dibuatkan rooling program atau private placement yang bertempo waktu transaksi hingga 10 bulan dengan High Yield antara 100 persen s/d 600 persen per tahun.

Nah, uang sebesar itu hanya bisa dicairkan untuk proyek kemanusiaan. Makanya, ketika terjadi musibah Tsunami di Aceh dan gempa di DIY, maka dokumen jenis ini beterbangan sejagat raya bank. Brengseknya, setiap orang Indonesia yang namanya tercantum dalam dokumen itu, masih saja hidup miskin blangsak sampai sekarang. Karena memang hanya permainan bandit bankir kelas hiu yang mampu mengakali cara untuk mencairkan aset yang terdapat dalam rekening khusus itu.

Di sisi lain, mereka para bankir curang juga berhasil membentuk opini, dimana sebutan ’orang stress’, sarap atau yang agak halus ’terobsesi’ kerap dilontarkan apabila ada seseorang yang mengaku punya harta banyak, miliyaran dollar AS yang berasal dari Dana Revolusi atau Harta Amanah Bangsa Indonesia. Opini yang terbentuk ini bagi pisau bermata dua, satu sisi menguntungkan bagi keberadaan harta yang ada pada account khusus tersebut tidak terotak-atik, namun sisi lainnya para bankir bandit dapat memanfaatkannya demi keuntungan pribadi dan komplotannya ketika ada bencana alam besar di dunia, seperti bencana Tsunami di Jepang baru-baru ini. Tapi yang paling berbahaya, tidak ada pembelaan rakyat, negara dan pemerintah Indonesia ketika harta ini benar-benar ada dan mesti diperjuangkan bagi kemakmuran rakyat Indonesia.

Kaitannya dengan Satria Piningit, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu, Ratu Adil

Penulis punya pengertian, ketika Satrio Piningit sudah melaksanakan fungsinya sebagai pemimpin maka beliau menjadi Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu (SPSW) karena kecintaannya yang teramat sangat kepada TUHAN ALLAH.

Takut akan TUHAN dengan mencintai-NYA dengan segenap hatinya menjadi awal setiap langkah beliau dalam melaksanakan tugas membawa rakyat Nusantara maupun umat manusia menuju kesejahteraan dan kemakmuran yang hakiki. Ketika semua umat manusia pada umumnya dan rakyat Nusantara pada khususnya sudah mendapatkan kesejahteraan dan kemakmuran yang hakiki itu, maka beliau mendapat sebutan sang Ratu Adil.

Kami juga berkeyakinan, sang SPSW yang mampu mendapatkan kembali harta abadi rakyat Nusantara, bagaimana pun prosesnya. Karena kepemimpinannya memang mendapat bimbingan langsung TUHAN Pemilik Semesta Alam. Semua harta itu akan diserahkan kepada negara yang dipimpinnya untuk dikelola demi kesejahteraan dan kemakmuran segenap pemilik sejatinya, yakni bangsa Nusantara ini !!
[endtext]

Gold Amanah Nusantara

[postlink] http://videogpn.blogspot.com/2012/07/gold-amanah-nusantara_29.html[/postlink] http://www.youtube.com/watch?v=5fzbNAmTkawendofvid

[starttext]
Produk Gold batangan Amanah, Ini kami sajikan untuk anda di mana-mana terjadi peperangan semua karena harta, Negara-negara adidaya yang sok berkuasa menyerang negara lain sesungguhnya hanya ingin berkuasa dan ingin merampas kekayaan negara yang meraka perangi, Nusantara pun dijajah hingga 350 tahun lamanya, itu semua karena Nusantara adalah negara yang makmur..

Ini hanya gambar, jika anda membutuhkan kami tim gpn menyediaka transaksi valas,banknotes untuk jual dan beli dengan krus standar internasional,Kami juga menyediakan gold 24k,dengan harga standar....
[endtext]

Gold Amanah Perang Dunia Ke II

[postlink] http://videogpn.blogspot.com/2012/07/gold-amanah-perang-dunia-ke-ii.html[/postlink] http://www.youtube.com/watch?v=5lSYLUMXEfUendofvid

[starttext]
Gold BullianAmanah Perang Dunia Ke II, Ini kami sajikan untuk anda di mana-mana terjadi peperangan semua karena harta, Negara-negara adidaya yang sok berkuasa menyerang negara lain sesungguhnya hanya ingin berkuasa dan ingin merampas kekayaan negara yang meraka perangi, Nusantara pun dijajah hingga 350 tahun lamanya, itu semua karena Nusantara adalah negara yang makmur.

Ini hanya gambar, jika anda membutuhkan kami tim gpn menyediaka transaksi valas,banknotes untuk jual dan beli dengan krus standar internasional,Kami juga menyediakan gold 24k,dengan harga standar.....
[endtext]

Gold amanah Nusantara

[postlink] http://videogpn.blogspot.com/2012/07/gold-amanah-nusantara.html[/postlink] http://www.youtube.com/watch?v=4vfdBoYA2Esendofvid

[starttext]
Gold Ini hanya gambar, jika anda membutuhkan kami tim gpn menyediaka transaksi valas,banknotes untuk jual dan beli dengan krus standar internasional,Kami juga menyediakan gold 24k,dengan harga standar.......
[endtext]

Harta Amanah dan harta karun

[postlink] http://videogpn.blogspot.com/2012/07/harta-amanah-dan-harta-karun.html[/postlink] http://www.youtube.com/watch?v=8WUIkqW1iNkendofvid

[starttext]
Harta Karun Bung Karno merupakan misteri yang selalu menarik minat banyak orang, karena masih saja banyak yang yakin bahwa harta karun peninggalan raja-raja jaman dahulu betul-betul diwariskan kepada Presiden Pertama RI alm Soekarno.

Berikut adalah pencarian tak kenal lelah team kami untuk mengusut misteri dari Harta Karun Bung Karno tersebut.

Januari 2011, (sumber) Metrotvnews.com

Klaim tentang harta peninggalan Presiden RI pertama Soekarno mungkin sudah sering kita dengar. Namun setelah diusut, pengakuan seperti itu hanya omong kosong belaka. Pada bulan Januari 2011, klaim serupa muncul dari daerah Bolaang Mongondow, wilayah Sulawesi Utara. Terdapat seorang kakek yang mengaku mempunyai emas batangan dan surat berharga (obligasi) kekayaan Negara Republik Indonesia. Benda-benda berharga itu, menurut sang kakek, tersimpan di sebuah bank di Swiss.

Nama kakek itu ialah Zakaria Sukaria Pota, yang menurut beliau juga dirinya sekarang sudah berusia 126 tahun. Bagi warga setempat, nama Zakaria Sukaria Pota mengandung arti 'Berubah-ubah Wajah'. untuk membuktikan klaimnya kakek Zakaria menunjukkan pedang serta pisau terbuat dari emas dan empat buah emas batangan. Diperlihatkan juga tongkat komando, yang oleh kakek Zakaria, diakui milik almarhum Presiden Soekarno.

Tak hanya itu, Kakek Zakaria mengklaim memiliki obligasi yang distempel Garuda dengan tinta emas. Adapun nilainya menurut Mr, Zakaria, mencapai triliunan rupiah. Obligasi itu sudah siap dicairkan di sebuah Bank Internasional.

Surat berharga itu tersimpan di dalam pedang panjang yang panjangnya dua meter dan terbuat dari emas. Zakaria sukaria Pota mengaku mendapat kuasa langsung Sang Proklamator untuk mencairkan uang tersebut di bank di Swiss untuk kemudian supaya langsung diberikan kepada negara.

Kakek Zakaria bersedia menunjukkan benda berharga peninggalan Sukarno yang lain berupa batangan-batangan logam mulia, emas dan senjata. Kesemua harta karun itu asal muasalnya adalah peninggalan Jepang. Zakaria pernah tinggal di Istana zaman presiden Soekarno masih memimpin negeri ini, tuturnya. Benda-benda pribadi peninggalan Bung Karno diantaranya ialah tongkat komando, keris, batangan emas, dan telur, baju panglima Soekarno serta tusuk konde Ibu Fatmawati, istri Presiden Pertama RI Soekarno.....
[endtext]

Harta Karun Soekarno II

[postlink] http://videogpn.blogspot.com/2012/07/harta-karun-soekarno-ii.html[/postlink] http://www.youtube.com/watch?v=yIf5I7BwNDEendofvid

[starttext]
Klaim seseorang memiliki harta peninggalan Presiden Soekarno sudah sering terdengar. Setelah diselidiki, pengakuan semacam itu biasanya tak lebih dari klaim tanpa bukti. Kini, klaim semacam itu muncul dari Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Seorang kakek mengaku memiliki sejumlah emas batangan dan surat berharga kekayaan Republik Indonesia. Benda berharga itu, diakui si kakek, tersimpan di sebuah bank di Swiss.

Zakaria Sukaria Pota, nama kakek itu, mengaku kini berusia 126 tahun. Bagi warga Sulawesi Utara, nama Zakaria Sukaria Pota berarti 'Berubah-ubah Wajah'. Agar orang percaya, Zakaria menunjukkan pedang dan pisau emas dan empat emas batangan. Diperlihatkan pula tongkat komando, yang menurut Zakaria, milik mendiang Presiden Soekarno.

Tak hanya itu, Zakaria mengklaim memiliki obligasi yang dicap Garuda dengan tinta emas. Nilainya? Jangan kaget, menurut Zakaria, mencapai triliunan rupiah. Surat berharga itu siap dicairkan di sebuah bank internasional.

Obligasi tersebut tersimpan di pedang sepanjang dua meter berbahan emas. Si kakek sendiri mengaku mendapat kuasa Sang Proklamator untuk mencairkan uang di bank di Swiss supaya diberikan kepada negara.

Zakaria bersedia menunjukkan harta karun lain berupa batangan emas, logam mulia, dan senjata. Kesemua benda berharga itu peninggalan Jepang. Zakaria mengaku pernah menghuni Istana zaman Soekarno. Selain tongkat komando, Zakaria mengaku menyimpan baju panglima Soekarno dan tusuk konde Ibu Fatmawati, istri Soekarno. Belum lagi keris, batangan emas, dan telur. Percayakah Anda.........
[endtext]

Indonesia Rupiah Baknotes

[postlink] http://videogpn.blogspot.com/2012/07/indonesia-rupiah-baknotes.html[/postlink] http://www.youtube.com/watch?v=EMuzI-tcIFYendofvid

[starttext]
Rupiah (Rp) adalah mata uang resmi Indonesia. Mata uang ini dicetak dan diatur penggunaannya oleh Bank Indonesia, dengan kode ISO 4217 IDR. Secara tidak formal, orang Indonesia juga menyebut mata uang ini dengan nama "perak". Satu rupiah dibagi menjadi 100 sen, walaupun inflasi telah membuatnya tidak digunakan lagi kecuali hanya pada pencatatan di pembukuan bank.

Sejarah

Perkataan “rupiah” berasal dari perkataan “Rupee”, satuan mata uang India. Indonesia telah menggunakan mata uang Gulden Belanda dari tahun 1610 hingga 1817. Setelah tahun 1817, dikenalkan mata uang Gulden Hindia-Belanda. Mata uang rupiah pertama kali diperkenalkan secara resmi pada waktu Pendudukan Jepang sewaktu Perang Dunia ke-2, dengan nama rupiah Hindia Belanda. Setelah berakhirnya perang, Bank Jawa (Javaans Bank, selanjutnya menjadi Bank Indonesia) memperkenalkan mata uang Rupiah Jawa sebagai pengganti. Mata uang gulden NICA yang dibuat oleh Sekutu dan beberapa mata uang yang dicetak kumpulan gerilya juga berlaku pada masa itu.

Pada 8 April 1947 Gubernur Propinsi Sumatera mengeluarkan rupiah URIPS-Uang Republik Indonesia Propinsi Sumatera.

Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan Rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru. Kepulauan Riau dan Irian Barat memiliki variasi rupiah mereka sendiri tetapi penggunaan mereka dibubarkan pada tahun 1964 di Riau dan 1974 di Irian Barat.

Krisis ekonomi Asia tahun 1998 menyebabkan nilai rupiah jatuh sebanyak 35% dan membawa kejatuhan pemerintahan Soeharto.

Rupiah merupakan mata uang yang boleh ditukar dengan bebas tetapi didagangkan dengan pinalti disebabkan kadar inflasi yang tinggi .

Satuan di bawah rupiah

Rupiah memiliki satuan di bawahnya. Pada masa awal kemerdekaan, rupiah disamakan nilainya dengan gulden Hindia Belanda, sehingga dipakai pula satuan-satuan yang lebih kecil yang berlaku di masa kolonial. Berikut adalah satuan-satuan yang pernah dipakai namun tidak lagi dipakai karena penurunan nilai rupiah menyebabkan satuan itu tidak bernilai penting.
  • sen, seperseratus rupiah (ada koin pecahan satu dan lima sen)
  • cepeng, hepeng, seperempat sen, dari feng, dipakai di kalangan Tionghoa
  • peser, setengah sen
  • pincang, satu setengah sen
  • gobang atau benggol, dua setengah sen
  • ketip/kelip/stuiver (Bld.), lima sen (ada koin pecahannya)
  • picis, sepuluh sen (ada koin pecahannya)
  • tali, seperempat rupiah (25 sen, ada koin pecahan 25 dan 50 sen)
Terdapat pula satuan uang, yang nilainya adalah sepertiga tali.
Satuan di atas rupiah

Terdapat dua satuan di atas rupiah yang sekarang juga tidak dipakai lagi.

  • ringgit, dua setengah rupiah (pernah ada koin pecahannya)
  • kupang, setengah ringgit

[endtext]

Certificate Banknotes

[postlink] http://videogpn.blogspot.com/2012/07/certificate-banknotes.html[/postlink] http://www.youtube.com/watch?v=0H5OIYymNJUendofvid
[starttext]
1. Afghanistan Afghani
2. Afrika Barat CFA
3. Afrika Tengah CFA
4. Albania Lek
5. Angola Kwanza
6. Arab Saudi Riyal
7. Armenian dram
8. Aruban Florin
9. Azerbaijan Manat
10. Bahamian Dollar
11. Bahraini Dinar
12. Bangladesh Taka
13. Barbados Dollar
14. Belanda Antilla rupiah Belanda
15. Belarusia rubel
16. Belize Dollar
17. Bermuda Dollar
18. Bhutan Ngultrum
19. Birr Ethiopia
20. Bitcoin
21. Boliviano Bolivia
22. Bosnia-Herzegovina Konversi Mark
23. Botswana Pula
24. Brunei Dollar
25. Burundi Franc
26. Canadian Dollar
27. Cape Verde Escudo
28. Cayman Islands Dollar
29. Ceko Czech
30. Chili Unidad de Fomento
31. China Yuan
32. China Yuan Lepas Pantai
33. Costa Rican Colon
34. Danish Krone
35. Denar Makedonia
36. Dinar Aljazair
37. Dinar Irak
38. Dinar Libya
39. Dinar Serbia
40. Dinar Tunisia
41. Dinar Yordania
42. Dirham Maroko
43. Dirham Uni Emirat Arab
44. Djibouti Franc
45. Dolar Amerika Serikat
46. Dolar Australia
47. Dolar Hong Kong
48. Dolar Karibia Timur
49. Dolar Singapura
50. Dolar Taiwan Baru
51. Dollar Fiji
52. Dominican Peso
53. Eritrea Nakfa
54. Euro
55. Forint Hungaria
56. Franc Congolais
57. Gambia Dalasi
58. Georgia Lari
59. Ghanaian Cedi
60. Gibraltar Pound
61. Guatemala Quetzal
62. Guinea Franc
63. Guyanese Dollar
64. Haiti Gourde
65. Honduras Lempira
66. Iran Rial
67. Islandia Krona
68. Jamaican Dollar
69. Kazakhstan Tenge
70. Kepulauan Falkland Pound
71. Khusus Menggambar Kanan
72. Komoro Franc
73. Korea Utara Won
74. Krona Swedia
75. Kuba Peso Konversi
76. Kuna Kroasia
77. Kuwaiti Dinar
78. Kyrgyzstani Som
79. Lao Kip
80. Latvia Lats
81. Lebanon Pound
82. Lesotho Loti
83. Leu Rumania
84. Lev Bulgaria
85. Liberia Dollar
86. Lira Turki Baru
87. Litas Lithuania
88. Makau Pataca
89. Malagasi ariary
90. Malawi Kwacha
91. Maldives Rufiyaa
92. Mauritania Ouguiya
93. Mauritius Rupee
94. Meksiko Unidad De Inversi
95. Moldovan Leu
96. Mongolia Tugrik
97. Myanmar Kyat
98. Namibia Dollar
99. Nepal Rupee
100. New Mozambik Metical
101. New Zealand Dollar
102. Nicaraguan Cordoba Oro
103. Nigeria Naira
104. Norwegian Krone
105. Nuevo Sol Peruvian
106. Omani Rial
107. Ons Aluminium
108. Ons Emas
109. Ons Palladium
110. Ons Perak
111. Ons Platinum
112. Ons Tembaga
113. Pakistan Rupee
114. Panama Balboa
115. Papua New Guinea Kina
116. Paraguay Guaran
117. Peso Argentina
118. Peso Chili
119. Peso Filipina
120. Peso Kolombia
121. Peso Meksiko
122. Pound Jersey
123. Pound Mesir
124. Pound Siprus
125. Pound Sterling
126. Prancis Pacific Franc
127. Qatar Riyal
128. Rand Afrika Selatan
129. Real Brazil
130. Riel Kamboja
131. Ringgit Malaysia
132. Rupee India
133. Rupiah Indonesia
134. Rusia rubel
135. Rwanda Franc
136. Saint Helena Pound
137. Samoa Tala
138. Sao Tome Dobra
139. Seychelles Rupee
140. Shekel Israel Baru
141. Shilling Kenya
142. Sierra Leone Leone
143. Solomon Islands Dollar
144. Somalia Shilling
145. Sri Lanka Rupee
146. Sudan Pound
147. Suriname Dolar
148. Swazi Lilangeni
149. Swiss Franc
150. Syria Pound
151. Tajikistan Somoni
152. Tanzanian Shilling
153. Thai Baht
154. Thai Baht Lepas Pantai
155. Tonga Pa'anga
156. Trinidad dan Tobago Dollar
157. Turkmenistan Manat
158. Uganda Shilling
159. Ukraina Ukrania
160. Uruguay peso
161. Uzbekistani Som
162. Vanuatu Vatu
163. Venezuelan Bolivar Fuerte
164. Vietnam Dong
165. Won Korea
166. Yaman Rial
167. Yen Jepang
168. Zambian Kwacha
169. Zloty Polandia Polandia
Untuk mengetahui krus atau nilai tukarnya lebih lengkap klik disini
[endtext]

Kemudahan Transaksi di BCA

[postlink] http://videogpn.blogspot.com/2012/07/kemudahan-transaksi-di-bca.html[/postlink] http://www.youtube.com/watch?v=kzH13oF9gUEendofvid

[starttext]
Sejak pertama kali digelar, Program Gebyar Tahapan BCA (GTB) telah berhasil menarik perhatian jutaan nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia. Kini, GTB hadir dengan format baru yang memberikan kemudahan dan kesempatan menang lebih besar bagi nasabah. Tahun ini, kupon GTB bukan hanya bisa anda dapatkan melalui perhitungan jumlah saldo Tahapan, melainkan juga melalui transaksi Pembayaran/Pembelian (tagihan, beli pulsa/tiket) serta belanja menggunakan e-Banking BCA (Debit BCA, KlikBCA, m-BCA, SMS BCA , dan ATM BCA).

Jadi semakin besar saldo Anda dan semakin banyak Anda bertransaksi melalui e-Banking BCA maka semakin besar kesempatan Anda mendapatkan hadiah istimewa dari GTB. Tunggu apa lagi, gunakan terus fasilitas Pembayaran/Pembelian dan belanja menggunakan e-Banking BCA. Jangan lupa tingkatkan juga saldo Anda untuk kesempatan menang yang makin besar.Klik Gebyar BCA
[endtext]
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Video Gpn - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger